Tuesday, September 10, 2013

My first roasting experience

Hai hai...I'd like to share my first roasting experience :)
Sebagai seseorang yang (ngaku-ngaku) suka ngopi tapi bisanya cuma order and drink ajaaa gue sungguhlah awam dengan proses bagaiamana perjalanan biji kopi dari ditanam sampai bisa menjadi secangkir kopi yang nikmat, well i know the process by reading but never do it directly by myself. Sampai sebulan yang lalu, gue ikutan kuis yang di adakan oleh @Barista_ID dan gue menang di batch yang berhadiah green bean Lintong,yaaaayyyy!!!!
Here's the 500gram of Lintong Green Bean
Beberapa hari setelah menang, paket green bean pun sampai dengan selamat dan sejahtera di rumah, disinilah kebingungan gue muncul..ini biji kopi gue apain ya??? Langsung googling tapi gak langsung ngerti, berat bok kalo harus pake mesin roasting, yaudah ada satu cara yang simple yaitu dengan manual roasting by using your own teflon atau wajan aja :D
First, setiap 100gram di sangrai/roast selama 15menit
Setelah baca postingannya Syifa yaudah akik memutuskan buat ngikutin desse aja, pertama pisahin dulu kopinya jadi 100gram buat di roast selama 15 menit

Kalau sudah di timbang, mari kita masukan kedalam wajan

Mulai sangrai dengan api besar sampai green bean mulai berubah warna

Kecilkan api, terus aduk/oseng-oseng selama 15 menit

Setelah 15 menit,matikan api tapi tetap oseng-oseng biar merata

Taadaaaaa....! I'm proud of my self hahaha

Satu hal yang harus diperhatikan adalah selama 15 menit nyangrai itu kita harus konsisten ngaduk-ngaduk atau ngoseng-ngoseng biji kopinya supaya merata dan ga gosong yaa...ini perjuangan bener sih ya panas ya pegel..tapi semuanya worth it kok setelah merasakan hasilnya :D


Before grinding @Seecul
Berhubung abis di roasting gak mungkin langsung diseduh alias harus di grind dulu, maka seperti biasa kita minta bantuannya mamas Rivan sebagai the hottest barista in town :p dengan mendatangi coffee shop-nya .
Sayang waktu itu gue gak sempet liat langsung proses ngegilingnya karena kemaleman, jadi biji kopi yang udah di sangrai dititipin aja buat besokannya baru icip
Here's the result...a bitter one without sugar added
Ini hasilnya, pertama gue cobain tanpa gula..wanginya enak banget walaupun gue cuma kuat 3 teguk kemudian minta Rinald (another barista, Rivan's young brother) buat nambahin gula.
Hmmm..jangan tanya gue untuk urusan cupping, bukan ahlinya hahaha, pokoknya yang dirasain lidah gue yang tidak faham pemetaan rasa sih ini tingkat keasamannya tinggi (mungkin karena itu Lintong ini masuknya arabika) dan setelah ditambah gula enak banget jadinya :D
Terus gue tanya mamas Barista kan, kata dia sih enak,tapi hasil roastingan gue agak gosong, emang sih dari awal juga gue ngerasa kok berasa cepet perubahan si green bean dari ijo ke kecoklatan. Mungkin lain kali apinya jangan terlalu gede ya :D
Yaaaa namanya juga roasting pertama, pasti masih banyak kurangnya but the feeling of happiness when I'm doing all the procces is priceless! Beruntunglah kalian yang setiap hari kerja mengerjakan sesuatu yang kalian sukai :)

Oke deh that was the story of mine, thank you for those who help during the procces :)

Thursday, September 5, 2013

When the spark fades

Ehmmm...postingan ini agak beda dari postingan sebelum-sebelumnya dimana kerjaan gue adalah jalan-jalan dan makan-makan, kali ini gue mau bahas tentang hubungan percintaan *tsaaaah* yang mana sudah kita ketahui bersama apabila bunga ditaman tidak disiram maka akan layu lebih cepat dibanding yang disiram dan di pupuk *oke norak* ngggggg...how to explain this one yaaa...Jadi..jadi..gue mau bahas tentang kenapa dalam suatu hubungan yang sudah berjalan lumayan lama (let's say lebih dari dua tahun) akan ada saat-saat dimana kita merasa hubungan sudah terasa hambar dan udah gak ada greget-greget seperti diawal hubungan atau ketika masa-masa indah PDKT..nah di barat sana biasanya mereka bilang ini fase "lose the spark"!

Coba kita flashback sebentar...Ngerasain dong gimana deg-degannya nunggu bbm/sms dibales gebetan waktu itu?nyusun katanya aja perlu dipikirin dulu, antara gak mau terdengar cheesy tapi takut terdengar terlalu lempeng juga. Teleponan semaleman dan pas mau tutup telepon manjang lagi tentang siapa yang harus tutup telepon duluan.hahhaha silly but believe me I've been there too! Nyocok-nyocokin hobby dan kesukaan juga menjadi aktifitas yang sangat menyenangkan, terkaget-kaget karena misalnya pacar memiliki makanan kesukaan yang berbeda dengan kita (misal lo suka ceker ayam dan pacar gak suka) tapi semua terasas lucu-lucu aja.

Semakin kesini seiring waktu berjalan and everything goes so right lama-lama rasa sayang itu semakin kuat tapi kebiasaan-kebiasaan lucu dan cheesy kian menipis, some people say it's a step to mature relationship, karena hubungan yang dewasa dan serius itu gak melulu tentang kata-kata manis atau surprise-surprise kecil yang romantis, karena hubungan yang serius itu adalah menyusun planning masa depan yang harus disusun sebaik-baiknya sehingga membutuhkan konsentrasi yang akan menyebabkan hal-hal lucu yang mendebar-debarkan itu dikesampingkan. Nah di fase inilah biasanya mulai si spark ini hilang entah kemana...bukan berarti bosen atau udah gak sayang lagi tapi kehilangan gregetnya aja.

Karena kemarin-kemarin ini gue sempet merasa seperti itu ( duh patjar baca gak ya?if u read this, I already got my sparks back kok :p ) kemudian iseng-iseng googling dan end up di sebuah artikel yang kurang lebih isinya tentang kehilangan spark ini...nah ternyata ada 2 point penyebab yang setelah gue baca emang bener..check it out.....

Letting yourself go physically or mentally When we reach a level of comfort in a relationship, we may tend to care a little less about how we look and how we take care of ourselves.
Nah yang menarik dari point ini adalah kita kadang gak terlalu merhatiin penampilan lagi pas ketemu atau lagi bareng-bareng pacar, ini gue rasain banget sih, sekarang kan gue ceritanya kalo jalan keluar mah pake kerudung sih tapi kalo pacar lagi kerumah gue boro-boro pengen dandan, buat sisiran rambut aja males sampe pacar suka bilang rambut gue yang di cepol doang itu kaya rambut mbok jamu *hahah siaaaal* tapi ya gitu..karena gue udah ngerasa deket banget sama dia dan udah ga jamannya jaim-jaiman kaya pas awal pacaran dimana kalo mau ketemu dia minimal gue udah blow rambut setengah jam sebelum berangkat hahahah.

Failing to share activities – Early on in our relationships, we are often our most open, excited to try new things and share new adventures. As we fall into routine, we often resist novel experiences. We become more cynical, skeptical, and less willing to do things with our partners.
Nah kalo yang ini juga gue rasain banget, awal-awal pacaran itu yang namanya main kesana kemari sering banget padahal waktu itu pacar masih kuliah di luar kota dan dia ada di kota gue nya pas weekend doang, pernah aja dong iseng ke puncak lewat cianjur sama temen-temen kita malem-malem dan muterin sampe bogor dan pulang pagi dengan kondisi besok paginya gue ada kuliah statistik, tapi rasanya sempet-sempet aja dan seneng-seneng aja. Menjelang tahun ke-4 pacaran mau makan keluar aja banyak alesannya (baik dari gue sendiri mau pun dari pacar) mending take away dan makan dirumah dan leyeh-leyeh disofa dan kadang sambil diem-dieman dan asik dengan hape masing-masing. Hahaha we dont know is there something wrong in this case.

Oke itu aja mungkin yang gue rasa relatable sama gue, tapi gak ada masalah yang gak ada solusinya dong yah, setelah gue googling lagi how to survive this problem akhirnya gue terdampar di sebuah artikel yang memberikan trik-trik  how to maintain a relationship so that we don't lose the spark. Bahasanya simple kok, jadi gue rasa gak usah di terjemaahkan yah, monggo dibaca

So here we go:

1) Love is an action: Show your partner how you feel about them every day, at least once a day. Do this even if you are in different states or countries. Show your care, don’t just speak it. Saying “I love you” doesn’t deepen a connection unless it’s accompanied by actions. Leave love notes under your partner’s pillow when you are going to be out of town. Make sure the tires in his car have enough air in them before he leaves town. Hug her every time she walks in the door. Think to get her favorite flower once in a while, for no reason. Fix the leak in the bathroom he’s been complaining about. Wipe up the counter and pick up after yourself like she has been asking.

2) We are all kids at heart: Recognize that no matter how grown up your partner seems, they are really a little kid inside. (Oh yes, and so are you.) We are all really just kids that have bodies that have aged. Inside all of us are the unmet needs of our childhood as well as the playful, spontaneous, joyful child that we once were. Throughout the time you spend with your partner, see if you can notice the kid inside them. Respond to that kid just as you would to a kid who has not yet grown older.

3) Bedtime sharing: If you live together, go to bed at the same time, together, every night. This is huge. That means turning off the TV, the night-light and the phone. This is your time together. Cuddle and talk, make love if the urge strikes, but that is not the point. The point is to talk about your day, your worries, and your hopes. Discover that in spite of all the time you have spent together, you still don’t know each other. If you don’t live together, or are not together for whatever reason, talk on the phone after you climb into bed.

4) Don’t let things slide: When your partner says or does something you don’t agree with or that upsets you, tell them. Don’t just let it slide. This doesn’t mean making a mountain out of molehill, but be sure to give things that upset you the energy that they deserve. Pretending that something doesn’t matter doesn’t make it not matter. You may think it’s not important but over time these things add up and cause resentments and distance. You may not always have time to process the conflict at that moment, but at least let your partner know that you are having a problem and that you will need to discuss it later. When you go to bed together that night, discuss it, if you haven’t already.

5) You are not enemies: When you are in a conflict with your partner, stop your arguing for a moment. Breathe deeply. Start thinking about what you love about this person, and what you are grateful for about them. Then remember that they are not your enemy. In the middle of a conflict it sure can feel that way. It can seem that they are attacking you and you are the victim. Instead of arguing your case back to them, listen to what they are saying and, more importantly, what they are feeling. Respond to what they are feeling. Own what you can about your part in whatever has upset them; this doesn’t mean agreeing with them, only that you can see that you have done something that upset them.

6) Touch well, touch often: Touch your partner as often as possible, and get them to touch you as often as possible. Skin to skin contact increases a hormone called oxytocin, the hormone of love. Oxytocin increases trust and a sense of safety; it reduces stress and increases sexual arousal. Most men and many women are touch deprived. In many cultures parents are taught not to “baby” their children and they interpret this as not cuddling them. Touch increases our overall sense of well being.

7) Play together. Be playful in your interactions. Have a sense of humor in times of stress. Find something playful to do that you both enjoy and make it a priority to keep it in your schedule. Play is critical to our sense of connection to others, and to our joy in life. In our culture we tend to get so serious and think that if an activity is not goal-directed it has no purpose or meaning. Yet play expands our ability to think, develops creativity, and gives us a sense of joy. Playing together in both structured and unstructured ways develops trust and engenders caring.


Staying connected requires time and commitment to the relationship. If you are willing to do all seven of these things, your relationship will flourish. Even if you just do a few of them, your relationship will fare better than many, certainly than those who first walk through the door of my counseling office. 

Semoga postingan ini berguna bagi semua pasangan yang sedang merasa kehilangan si spark, gue sudah mencoba beberapa hal dan rasanya I got my sparks back for now :D

Thursday, August 29, 2013

Celebrating our 9 years of friendship

I dedicated this post especially for the one and only Riyanti Anggraini a.k.a the Crazy Ririn (u'll know why I called her crazy), a bestie of mine yang mana kita sudah bersahabat sejak taun 2004 sekitar kelas 2 SMP pas kita les bahasa Inggris bareng di Cambridge Institute, I forgot how our friendship tarted, hahaha tau-tau disangkain sodaraan aja sama Mr.Asgar (our english teacher at that time), dan dari situ kita makin kompak ( kompak main tentunya bukan kompak belajar :p ). Dari awal kita gak pernah satu sekolah, SMP beda, SMA juga beda, tapi itu gak bikin kita jadi jauh, yang ada gue jadi kenal temen-temen sekolah dia dan dia jadi masuk ke temen-temen SMA gue.

Seperti remaja lainnya, kita pernah alay
Sedari SMA,udah biasa bolak-balik Bandung cuma buat nonton atau ngejar diskonan
      Pada dasarnya gue orangnya penakut, gak berani ke kota orang yang gue gak apal jalannya, tapi si Ririnkebalikannya, ketika semester 2 kelas 1 SMA bioskop satu-satunya di Sukabumi di tutup, otomatis kita harus ke kota tetangga kalo pengen nonton, pilihan paling deket adalah Bogor, dan yak...kita sering banget pergi ke bogor cuma buat nonton doang,dengan setelan baju seragam SMA yang lokasinya kita tutupin pake sweater. Pernah waktu itu saking gak ada kerjaannya abis nonton Get Merried 1 kita marathon lanjut nonton lagi. 
Ini salah satu fotobox di Pangrango Plaza Bogor, iseng.
     Kalo ke Bandung, pas kita SMA kan yang lagi happening itu baju dan tas yang dijual di Planet Surf itu yaaa you know lah brand-brandnya, tapi kita bukan anak juragan juga yang bisa beli baju-baju itu seenaknya, makanya tiap di Bandung lagi ada musim sale brand-brand Planet Surf ini berangkatlah kita, gue yang buta jalan pun merasa aman kalo pergi-pergi sama si Ririn ini :D. Oh iya, pas kelas 2 SMA ceritanya dia abis putus gitu, dan sablengnya dia pengen ngadem di....Puncak, jadilah kita berangkat ngeteng ke puncak pake bis sampe term.Pasir Hayam dan lanjut pake colt ke Puncak, dan disana bener-bener cuma duduk mendinginkan kepala terus baliknya lewat Bogor -_____-
     SMA berlalu, rencana awal adalah kita bakal satu universitas, dia ambil Sastra Jepang dan gue Sastra Inggris, tapi ternyata nasib berkata lain karena akhirnya gue kuliah tetep di Sukabumi dan dia jadi ngambil Sastra Jepangnya di Jatinangor, dari situ awalnya gue mikir yaudahlah pasti kita gak akan sedeket dulu lagi, but I was totally wrong! Ternyata seudah kuliah kita makin kompak jadi partner in crime, selain karena pas kuliah duit jajan kita nambah, jadwal kuliah pun lebih fleksibel dan kita lebih bebas karena kita sama-sama ngekost.hahahaha..gue jadi lebih sering main ke Bandung dan trip-trip impulisve pun lebih sering, pernah kita tengah malem berangkat ke Ujung Genteng, pas itu banyakan sih sama yang lain tapi tetep otak dibalik itu semua adalah Ririn.

December 2013, Situs Megalith Gunung Padang,Cianjur
Iseng kesana pake motor,ide kesana muncul pagi-pagi dan langsung berangkat 1jam kemudian.

Entah berapa tempat baru yang mungkin belom gue datengin kalo gue gak temenan sama orang paling dadakan ini. Selama 9 taun sahabatan sama dia bukan berarti tanpa marahan, ngambek-ngambekan, atau beda pendapat. Wah udah deh kalo masalah keukeuh sama pendapat masing-masing kita sama-sama kepala batu. Gue gak setuju sama keputusan yang dia ambil, dia gak suka sama keputusan yang gue ambil. But after all that things, our friendship is getting stronger. Banyak hal hal besar sebagai manusia yang udah kita lewatin bareng-bareng.
D'cost BIP, udah gak keitung gue tiba-tiba ke Bandung atas hasutan dia

Juni 2012, nikahan Qeqey, sahabat SMA gue yang jadi sahabatan sama Ririn juga 

D'Stones Bandung, 12 Januari 2012, Ririn 21st birthday bash

D'Green Sukabumi, 12 Januari 2013, Ririn 22nd birthday dinner
Nah..untuk perjalanan terbaru dan terjauh kita kemarin, kita ke anak gunung Krakatau yang udah gue ceritain di postingan sebelumnya, ini pun dadakan dan terjadi atas hasutan dia dan anehnya gue iya-iya aja, padahal gue takut banget naik perahu-perahu gitu.
Me and Ririn enjoying sunset at Umang-uamng island
Me behind her, climbing to the top of anak gunung Krakatau

Ririn bilang usia awal 20an ini kita boleh lah travelling ala backpacker, tapi nanti pas udah umur 30an semoga kita udah bisa luxury travelling from plane to plane,from a country to another, from hotel to hotel. AMIIIIIINNNN.....!
In the end, gue sangat bersyukur karena dengan segala sifat buruk yang ada didalam diri gue masih banyak sahabat yang mau nerimain apa adanya, dan salah satunya orang gila kesayangan yang satu ini :'D
Semoga di masa depan nanti anak-anak kita bisa sahabatan juga hihihi amiiin!

Friday, August 23, 2013

Jelajah Krakatau

Hidup sering ngasih kejutan-kejutan yang gak terduga. Seperti trip gue kali ini. Berawal dari bbm seorang sahabat yang ngajak ke Krakatau kaya ngajak ke ngebaso depan rumah.
"Ta, Krakatau yuk!" dan bla bla blaaa sampe akhirnya gue luluh dan mengiyakan, dan itu H-3 keberangkatan,stress emang. Dengan persiapan seadanya dan dengan catatan gue belom perah mendaki gunung apapun kecuali gunung kerinduan yang begitu tinggi *ealaaaah* maka berangkatlah gue dan sahabat gue yang provokator itu plus satu sahabat lain yang berhasil gue ajak. Biar lebih jelas dan siapa tau ada yang tertarik mengikuti jejak gue..ini dia ceritanya.....

Day 1, Friday August 16th 2013
- Berangkat dari Sukabumi sekitar jam 2 siang karena check point pertama di terminal Kp.Rambutan jam 8 malem. Ternyata jalanan lagi bersahabat, jam 5 udah nyampe Rambutan terus makan dulu sama solat dan diem di mushola ampe jam 8 :)))))
- Jam 8 ketemu tour guide kita, namanya Bang Rossy dan beberapa temen satu rombongan, yang lain katanya langsung ketemu di Merak. Jam 11 malem nyampe Merak, briefing dulu bentar sambil nunggu pasukan lengkap semua, ternyata lumayan juga ada 30 orang. Jam 12 malem kita berangkat pake kapal roro, gue lupa nama kapalnya.

Day 2, Saturday August 17th 2013
- Tiba di Bakauheni sekitar jam 4 subuh, langsung naik angkot menuju Dermaga Canti, sekitar jam setengah 6 pagi nyampe Canti dan kita istirahat solat,sarapan, ganti baju dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju pulau-pulau sekitar Krakatau.
- Jam 8 semua rombongan naik kapal motor kecil gitu yang cuma ada lantai bawah dan lantai atap. Karena di bawah lebih kerasa goyangan kapalnya yang mana gue takut mabuk laut maka gue dan temen-temen duduk di atas, bisa liat pemandangan dan udaranya lebih seger juga :D Perjalanan dari Canti ke Sebuku kurang lebih 2jam.
Kapalnya model begini lah akik gak tau namanya apa :p
- Jam 11 kita sampai di Pulau Sebuku, ini pulau keren banget pemandangannya, airnya, pasir putihnya, ya tuhan akik ingin menangis terharu, gak percaya kalo model beginian ada di Indonesia :'). Disini kita foto-foto kemudian snorkeling di sisi sebrang pulau Sebuku.
Sebuku Island, beyond magic!
Kegirangan liat ikan hias yang biasa dijual di toko aquarium langsung dari habitatnya :D
- Jam 1 siang kita merapat ke Pulau Sebesi, satu-satunya pulau berpenghuni. Kita mau simpen barang-barang dulu di homestay. Homestay disana adalah rumah penduduk yang di sewakan karena belum ada resort atau cottage apalagi hotel. Listrik pun cuma dari jam 6 sore sampe jam 12 malem di pulau Sebesi ini. Pas nyampe homestay kita disambut kelapa muda dan goreng pisang, ah nikmatnya. Kelar mandi dan bersih-bersih semua kumpul buat makan siang. 30 peserta di tempatkan di 3 homestay, gue kebagian homestay 2 yang orangnya pada asik asik banget.Sebagian besar peserta terkapar tidur siang (termasuk gue) sebelum mengikuti jadwal berikutnya yaitu jam 4  ke pulau Umang-umang buat foto dan explore pulau.
Zenal, bang Bhineka, Aldit, Gibran, bang Fernandes, Melati, kak Nayna, gue, Ririn, Ika, dan abang yang pake slayer samping gue, gue lupa namanya :D
- Menikmati sunset di pulau Umang-umang itu priceless banget, gilaaa keren abis lah. Kita disanan dari jam 4 sore sampe jam 6.30..kemudian pulang ke homestay dan nunggu makan malam. Disuruh pada tidur cepet sih sama guidenya karena besok pagi kita mau trekking Krakatau, tapi yaaa namanya juga anak muda yang baru pada kenalan sama temen-temen seperjalanan yang asik-asik, begadanglah kita sampe jam 1. padahal jam 4 udah harus berangkat lagi :D
Me enjoying the sunset
Ika,gue,kak Nayna,Ririn @ Pulau Umang-umang
Lovely hidden paradise
Day 3, Sunday August 18th 2013
-Jam 4 subuh udah dibangunin buat siap-siap berangkat karena kita ngejar sunrise. Dengan mata yang masih sepet, rombongan menuju dermaga dan naik kapal, ada yang lanjutin tidur ada yang gak bisa tidur lagi kaya gue, yaudah menikmati pemandangan aja yang duh udah deh bagus banget bangetan. Ditemani lagu-lagu andalan dari playlist, beuh hidup udah berasa paling enak, lupa kalau di pulau jawa gue adalah pengangguran yang lagi nunggu wisuda :))))) Perjalanan dari Sebesi menuju Krakatau kurang lebih 1,5 jam.
- Jam 6 pagi kita udah sampe di anak gunung krakatau, gunung yang dari kejauhan aja udah cantik ini pas dideketin ternyata emang cantik beneran. Yang beda dibanding gunung lain yang mostly terdiri dari hutan rimba, disini gunungnya gundul karena gunung pasir dan hutannya cukma di bibir gunung yang juga bibir pantai. Tapi disini pasirnya hitam, beda dengan Sebuku dan Umang-umang.
Anak Gn.Krakatau dari kejauhan
- Sebelum mendaki kita sarapan dulu, dan ternyata di anak Krakatau ini banyak bule-bule yang berkemah, ngediriin tenda gitu,oooh betapa pemandangan bule-bule jemur baju samping tenda mereka bisa me-recharge tenaga gue 100% fulllllll *disambit patjar*
Mom look! Your daughter make a new friends :)))))
3 sundanesse meet 2 batak, HOBAH!!!
- Jam 8 kita mulai mendaki, medannya gak berat-berat amat sih nanjak aja terusssss, cuma ya pasirnya panas, makanya yang gak biasa mendaki disarankan pake sepatu, jangan pake sendal gunung. Sebenernya perjalanan menuju puncak ini bisa lebih cepet andai kita gak banyak foto-foto, hahahahaaha tapi yaaaa namanya juga anak muda masa kini, gak afdol dooong kalo kemana-kemana gak foto dulu, ibarat kata ya kemarin itu ada kali tiap jalan 10 meter foto,naik lagi 10 meter foto, terus aja gitu sampe ke puncak :)))) 
Yang paling amazing adalah ketika gue iseng-iseng nengok ke belakang, yatuhaaaan itu belakang gue laut sama pulau-pupau sekitar keliatan jelas banget looooh, merindiiiiing!
Cool view behind my back 
- Jam 10 kita sampai di stage terakhir yang boleh didaki. karena mendaki sampe puncak beneran mah dilarang ya booo ya masa aja mau mendaki sampe titik kawah lava-nya, dari jauh aja udah berasep gitu, apalagi disamperin :D Foto-foto do puncak sambil ngibarin bendera merah putih, seketika kecintaan gue terhadap Indonesia meningkta 700 persen!!!

- Jam 11 kita menuju Lagon Cabe buat snorkeling lagi..dan disini surga dunia banget! ikan-ikannya lebih banyak dan terumbu karangnya lebih beragam, gue lupa nama taman lautnya apa, pokoknya di Lagon Cabe aja, konon kata abang guidenya disini spot yang keren banget buat scuba diving, tapi yaaa secara ini pesertanya banyaknya gak ada yang punya lisence diving jadi snorkel aja, Wong gue snorkel aja udah kejang-kejang bahagia saking senengnya bisa liat ikan lucu-lucu dirumahnya langsung. Saking banyak ikannya, lo kalo pegang roti atau nasi ditangan, tar mereka pada nyamperin, yaowooooh gue nangis deh liat pemandangan yang biasanya gue liat di tv doang sekarang gue alamin langsung *Tirani anak rumahan yang bahagia ketemu Nemo dan Dori langsung*
The super happy bestfriends
- Jam 2 siang kita menuju Sebesi buat makan siang, beres-beres dan bersih-bersih sebelum pulang, berat rasanya buat ninggalin kepulauan ini, 2 hari bener-bener kurang! Jam 5 kita nyampe Canti dan melanjutkan perjalanan ke Bakauheni dan dapet supir angkot yang terobsesi jadi Michael Schumacher kayaknya, bawa mobil kaya setan padahal itu kita lewat jalur lintas Sumatra yang banyak mobil gedenya kayak kontainer sama truk-truk raksasa, alhamdulilah nyampe Bakauheni jantung gue masih berada pada posisinya.
Before leaving Dermaga Canti
- Istirahat makan dan beli oleh-oleh di Bakauheni sebelum naik kapal, jam 9 naik kapal menuju Merak. Herannya gue gak ngerasa cape sama sekali, mungkin karena saking bahagianya. Nyampe Merak jam 12 malem, lanjut naik bis jurusan Merak-Bandung yang lewat Ciawi, turun di Ciawi dan naik mobil jurusan Sukabumi, mendarat di Sukabumi Senin pagi pas pukul 6. Alhamdulilah :)

Nah itinerary-nya kurang lebih kayak gitu, dan untuk biaya, gue rasa kemarin gue dapet paket hemat deh. Paket perjalanan 390rb (dari Merak)
Sewa alat Snorkel 55rb
Ongkos Sukabumi Merak PP kurang lebih 100rb
Ongkos tambahan kapal roro kalo pindah kelas ke Excecutive AC 10rb
Oleh-oleh kurang lebih 100rb (karena gue cuma beli keripik pisang coklat dan kemplang :p )
Makan (diluar makan yang ditanggung travel) kurang lebih 30rb
Yaaaa sekitar 800ribu laaah dan itu masih bisa lo hemat-hematin kalo gak beli oleh-oleh dan gak jajan lagi, worth it kan yaaah untuk ukuran jelajah 4 pulau dan 1 gunung? ;)

Buat yang mau nyoba trip kesana, lo bisa pake jasa travelnya Bang Rossy (pin : 331104F6) dia udah expert lah menangani trip kaya gini :D
Me and Bang Rossy the tour guide
One thing about nature trip...ada kebahagiaan dan kepuasan yang gak bisa lo ungkapkan ketika lo menikmati alam :)


See you on another trip
Cheers....!



Sunday, July 28, 2013

New Spot In Town : Kedai Babah

Haloooo asalamualaikum sodara-sodaraku yang sedang berpuasa *benerin kerudung*
gimana nih puasa hari ke-20 masih pada semangat dong yah?masih fit? Alhamdulilah deh ya kalo masih pada seger (me? Me having dried and chapped lips since last week, lack of water intake, terrible yeah I know it)
Eh pada suka buka bersama dimana ramadhan taun ini? Kalo males bukber gara-gara tempat makannya kepenuhan sehingga menyebabkan makanan datengnya lama banget dari pas adzan berkumandang (sehingga biasanya kita jadi emosi,ya kaaaan? :p ), nih ya gue akan berbagi kabar baik tentag tempat makan baru di Sukabumi yang masih fresh dan cencunya enaaaaks dan masih belum banyak yang tau yang baru saja akik temukan hari Kamis kemarin dan langsung berturut-turut dua hari buka puasa disana :D

Just come and try Kedai Babah ( @kedaiBABAH ) , lokasinya di jajaran Food Court Siliwangi, sejajaran Radio NBS, dibelakang Parahyangan Coffee House (noh udah detail gitu akik jelasinnya ya mak, kebangetan aja kalo masih gak ketemu juga). 
I went there las Thursday with my boys, Bangkit & Mimi, sukaaa deh sama suasananya, jauh dari hiruk pikuk yang biasa kita temukan kalo bukber di tempat-tempat besar.

Nah yang menarik dari kedai mungil ini adalah menu andalan mereka yang (if I'm not mistaken) baru ada di Sukabumi, yaitu.... DUREN GORENG!!! Buat pecinta duren ini cemilan surga banget lah pokoknya, dan buat tahanan kota kaya gue yang gak bisa keluar kota seenak jidatnya karena ikatan dinas tentulah kehadiran Duren Goreng di Sukabumi ini sangat membahagiakan karena gak usah jauh-jauh ke Bandung atau ke Medan buat icip-icip cemilan berbahan baku duren ini.Ahzeeeek!!!
Duren Goreng to die for!!! IDR.15.000
Duren goreng ini bentuknya kayak pisang coklat, pake kulit lumpia gitu, dan ya tuhan itu kalo digigit duren didalemnya penuh bangetttttt...meleleh sampe keluar (dan itu duren asli, bukan mayonese duren). Menurut kang Anggara (owner kedai Babah) kenapa bisa enak banget gini? karena dia pake bahan baku Duren Sidikalang, tau kaaaan duren maha enak asli Sidikalang Kabupaten Dairi ituuu? Pantesan!


Terus buka puasanya makan duren goreng doang,Ta? Ya enggak dooong, perut pemamah biak kaya gue gini mana kenyang makan cemilan doang, pas buka puasa kemarin gue pilih nasi goreng&sosis black paper&Sop iga&iced coffee (perempuan lugu macam apa kamu Tata!), temen-temen gue ada yang pesen sop buntut, kebab turki, sama macem-macem jus gitu. Eh kemarin di kasih puding susu juga loh sebagai ta'jil.
Sop Iga IDR.17.000 / Sop Buntut IDR.20.000
Lupa gak foto depannya, tapi kurang lebih dalemnya kaya gini laaaah dibidik dari kamera hp gue yang bapuk ini :D


Unique table

Sebelahnya ada Rumah Dimsum juga

Monggo dipilih mbaknyaaaa








Yaudah deh gak akan panjang lebar, kalo mau ngerasain durennya meleleh dilidah silahkan dateng langsung ke TKP yaaaaa....!
Adios Amigos!!!

Friday, July 5, 2013

The reborn of KOPI BEUNTA

Jauh sebelum di Sukabumi bertebaran kedai-kedai kopi dengan konsep "anak muda" seperti sekarang, Kopi Beunta hadir dengan menu variatif dan akses internet gratis, saya masih ingat, pertengahan 2009, saya baru semester 3, baru punya laptop sendiri, yang dicari tentulah tempat nyaman yang bisa ngasih fasilitas lengkap untuk menyelesaikan paper-paper yang setiap minggunya menumpuk.Iseng nyoba ngopi disana, dan ternyata untuk tempat senyaman dan sebagus itu masih ada kopi harga 7ribu waktu itu, plus free wifi,surga banget lah pokoknya.Tirani yang masih imut-imut pun betah sekali berada disini bhahahahaha :D

ini dulu cuma 9ribu kalo gak salah :p
*maafkan pose alay ini,difoto pake app youcam, paling hits pada saat itu :)))*

Kopi Beunta 2009, cozy, its like playin on ur own backyard
Kemudian sekitar 2010 saya sudah hampir tidak pernah kesana lagi karena sibuk (halah gayanyaaaa) dan sempet lewat kesana kayanya Kopi Beunta jadi ada guest house-nya juga, kemudian tutup. Lalu beberapa bulan yang lalu ada bbm masuk dari seorang teman yang ternyata sahabatan apa sodaraan gitu yah sama ownernya Kopi Beunta 
"ta, kopi beunta bentar lagi mau soft opening loh"
"wah,buka lagi yoy?"
"iyaaa.nanti dateng ya"
As i heard the news, suddenly memories comes up into my head, the people i used to go there together, the ambiance, ah kok jadi curcol yaaa gitu deh kira-kira kalo denger tempat penuh kenangan mau buka lagi :p.
Too bad i wasn't able to come to their soft opening karena satu dan lain hal, jadi baru bisa dateng pas Kang Davin (the owner) ngundang kuncen @SukabumiToday kesana dan saya diajak juga hehehehe :D

Whoaaa its all different!!! Kalo diibaratkan, kopi beunta dulu itu Michael Buble, kopi beunta sekarang ummmm....can we say Jason Mraz? hahaha sekarang jadi lebih muda, lebih santai, dan lebih ngerock laaaah apalagi ada sepatu docmart dijual disana juga hadeuh bikin ngiler bener sih. Sejauh ini baru yang indoor-nya aja yang dipake, saung saung yang dulu jadi tempat favorite saya belum di renovasi lagi. Nah setelah hiatus cukup lama ini ternyata sekarang Kopi Beunta hadir dengan konsep Coffee and Pizza, nice concept. You can enjoy stirring and sipping a good coffee and munching to its pizza.
Here's some sneak peak..Sorry for the poor quality of these pictures below..taken with my old gemini hahaha -,-
Wooden table set, unpainted wall

Kang Davin and Kang Gerry
Saya sama kang gerry pesen Smoked Beef Pizza, Iced Hazelnut Cappuccino, dan Thai Tea. 3 words! Enak,enak,enak banget! hahhaaha Kalo biasanya kalian makan pizza pinggirannya gak dimakan karena alot atau keras atau gak ada rasanya, maka ini sebaliknya..pizza-nya tipis dan bumbunya merata,enak deh pokoknya. Hazelnutnya kemanisan buat saya, tapi kang davin bilang nanti bisa request kalo gak mau terlalu manis gitu heehehehe asiiik :D. Buat yang penasaran, banyak testimoni dari pengunjung yang udah dateng kesini, bisa di cek di timeline twitternya : @KopiBeunta atau Instagramnya 

Seru yaa kaya bar-bar di luar negri gitu hihihi
Dasar tempat penuh kenangan lama, eh disana saya ketemu si Sonny aja dong, an old friend yang udah lamaaaaaaaa sekali gak pernah ketemu, dan dulu pernah transaksi laptop case di Kopi Beunta, hahahaah emang semesta canggih dalam hal-hal kebetulan kayak gini :)


Thai tea ala Kopi Beunta, worth the try ;)

So people, if u have a good memory here at Kopi Beunta,come and feel it again! And for you who doesn't have one yet, lets come and make some beautiful coffee memories :)

Banana Banana

Hoy hoy..last Sunday i have a short getaway with some friends to Pelabuhan Ratu,
well yeah pengennya sih kemanaaaaa gitu yah yang rada baru, secara pelabuhan ratu buat orang Sukabumi mah bagaikan bolak balik ruang tamu-dapur gitu,hahaha but since kite kite orang sibuk semua ( sibuk dijajah jadwal dines maksudnya ) yang mana cuma punya satu hari saje untuk pergi-pergi yakni hari Minggu maka diputuskanlah refreshing ke Pelabuhan Ratu, lumayan laaaah buat sekedar sok sok mau diajarin surfing ke bule-bule disana terus pura-pura pingsan dan berharap di kasih rescue breathing :D
*WOY niat macam apa ini!!!* 
*ditoyor patjar*
Radar ON...where are yaaa sexy surfer?!muahaha
Long strory short, sampai lah kita disana dan yang pertama dilakukan cencyuu saja makan dahulu yak..ONE THING FOR SURE, Pelabuhan Ratu PASTILAH crowded bulan bulan Juni - Juli ini dikarenakan liburan sekolah dan tahun ini berbarengan dengan menjelang bulan suci Ramadhan dimana orang Sunda punya kebiasaan buat main main sebelum puasa ke tempat piknik yang biasa di sebut "papajar" (eh iya kan yah begitu?), lumayan bolak balik sih kemaren buat cari pantai yang pengunjungnya gak banyak anak kecil dan rombongan kelurahan gitu. Eh ada Banana boat ternyata sekarang disana, sungguh sebuah kemajuan sehingga akik ingin mencoba :D
Lokasi tepatnya gue lupa, patokannya pokoknya dari fish market alias pasar ikan gak terlalu jauh nah nanti ada hotel BAYU AMARTA, lo belok kiri deh masuk parkiran nah disitulah kira kira spot banana boat-nya, mureh pun cuma 35ribu/orang :D
Dan ternyata doa orang baik mah didenger aja sama tuhan, disitu ternyata spot buat surfing juga, akik ketemu ada kali 5 sampe 8 orang bule, ada yg dari Jepang ada yang dari Russia juga kalo gak salah, aaaaaaaakkkk ingin rasanya akik menjelma berubah menjadi papan surfing mereka.muahahahahahahaha *mulai stresss*.
Dikarenakan itu tempat surfing maka ombaknya tentulah lumayan tinggi, yang mana jarang sekali ada anak kecil disana...aaaah sungguh gue dan teman-teman gak salah pilih pantai :D

Sebelum dihantam ombak

Kami masih bisa tersenyum lebar ear to ear :D
Sesudah boat kami dihajar ombak setinggi 2meter,terkaparrrr



Over all, it was a really refreshing getaway, it was more than i originally planned, hahaha siapa bilang ke pelabuhan ratu doang gak bisa asik? :p
See you soon! :*